LANGIT

Burung

Translate

LAPORAN INDIVIDU SD/MI


LAPORAN INDIVIDU SEKOLAH




Pedoman Umum
  1. Laporan Individu SD/MI (LI-SD/MI) ini wajib diisi oleh setiap SD dan MI baik negeri maupun swasta sebanyak 3 (tiga) rangkap.
  2. Kepala Sekolah/Madrasah bertanggung jawab terhadap kebenaran isian format ini.
  3. Setelah laporan individu ini diisi, ditandatangani Kepala Sekolah/Madrasah, dan dibubuhi cap/stempel sekolah, selanjutnya Kepala Sekolah/Madrasah :
  4. Mengirimkan 3 (tiga) rangkap kepada Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan Kecamatan setempat.
  5. UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan menyimpan 1 (satu) rangkap sebagai arsip dan mengirimkan 2 (dua) rangkap kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
  6. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota menyimpan 1 (satu) rangkap sebagai arsip dan mengirimkan 1 (satu) rangkap kepada Pusat Statistik Pendidikan Balitbang Kemdiknas.


A. Identitas Sekolah/Madrasah
(Dalam pengisian identitas, 1 kotak supaya diisi dengan 1 angka atau 1 hurufsaja)
NSS adalah Nomor Statistik Sekolah yang terdiri dari 12 digit. Bagi SD/MI yang belum memiliki NSS dapat menghubungi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. NPSN adalah Nomor Pokok Sekolah Nasional yang terdiri dari 8 digit.

Jenis Sekolah : Diisi 1 jika SD atau 2 jika MI

- Butir A.1 : Nama Sekolah harus sesuai dengan SK Pendirian Sekolah
   Contoh: SDN 2 Mekarsari (untuk SD negeri) dan SD Muhammadiyah 2 (untuk SD swasta)
- Butir A.2 : Diisi sesuai dengan kondisi wilayah tempat SD/ MI tersebut berada.
- Butir A2.b : Diisi nama desa/kelurahan, kemudian diisi angka 1 bila kepala daerahnya adalah kepala desa, atau angka 2 bila kepala daerahnya adalah lurah.
- Butir A.3 : Diisi 1 jika Negeri atau 2 jika Swasta
- Butir A.4 : Diisi 1 jika SD/MI ini Status Akreditasinya Amat Baik, 2 jika Baik, 3 jika Cukup atau 4 jika tidak Terakreditasi.
- Butir A.5 : Diisi 1 jika SD/MI ini waktu penyelenggaraan proses belajar mengajarnya pagi hari, diisi 2 jika waktu penyelenggaraan proses belajar
   mengajarnya siang hari dan 3 jika waktu penyelenggaraan proses belajar mengajarnya pagi dan siang hari.
- Butir A.6 : Diisi 1 jika termasuk dalam gugus inti, 2 jika dalam gugus imbas atau 3 jika belum ikut dalam gugus
- Butir A.7 : Diisi dengan kode kategori sekolah.
   Untuk SD-SMP satu atap, laporan individu SD/MI menggunakan LI-SD/MI dan bagi SMP/MTs menggunakan LI-SM
- Butir A.8 : Diisi 1 bila sekolah melaksanakan MBS atau 2 bila sekolah tidak melaksanakan MBS
- Butir A.9 : Diisi 1 apabila sekolah menggunakan program kegiatan belajar (kurikulum) 1994, 2 apabila sekolah menggunakan kurikulum 2004  
  (KBK) atau 3 apabila sekolah menggunakan kurikulum KTSP.
- Butir A.10 : Diisi 1 jika sekolah mempunyai koneksi internet, atau 2 jika sekolah tidak mempunyai koneksi internet.
- Butir A. 11 : Diisi 1 jika sekolah menerima dana BOS, atau 2 jika sekolah tidak menerima dana BOS.
- Butir A.12 : Diisi dengan identitas sekolah tahun lalu jika identitas sekolah tahun ini berbeda dengan tahun lalu (ada perubahan)

B. Siswa, Kelas (Rombongan Belajar), dan Nilai Ujian Sekolah
  • (Dalam mengisi tabel lihat pedoman pengisian tabel, yaitu rata kanan)
  • - Butir B.1
  • § Rencana penerimaan siswa baru adalah jumlah siswa baru yang rencananya akan diterima di sekolah ini.
  • § Pendaftar adalah jumlah siswa yang mendaftar di sekolah tersebut sesuai asal pendaftar.
  • § Siswa diterima di tingkat I adalah siswa baru yang diterima di tingkat I sesuai dengan asal siswa.
  • § Kolom (6) jumlahnya harus sama atau lebih kecil dari kolom( 3)
  • § Kolom (7) jumlahnya harus sama atau lebih kecil dari kolom (4)
  • § Kolom (8) jumlahnya harus sama atau lebih kecil dari kolom (5)
  • - Butir B.2, B.3, dan B4
  • § Jumlah siswa baru tingkat I sama dengan jumlah siswa tingkat I dikurangi jumlah siswa mengulang tingkat I
  • B.2 Kolom (8) baris laki-laki sama dengan B.3. kolom (2) baris jumlah dikurangi B.5.kolom (2) baris mengulang
  • B.2 Kolom (8) baris perempuan sama dengan B.3. kolom (2) baris jumlah dikurangi B.5.kolom (2) baris mengulang
  • § B.3 Kolom (14) ditambah kolom (15) baris Jumlah sama dengan B.4. kolom (7)
  • - Butir B.5: Yang dimaksud siswa putus sekolah adalah siswa yang keluar dari sekolah baik di tingkat I, II, III, IV, V maupun VI atau tidak lulus Ujian
  •    Akhir Sekolah pada tahun pelajaran sebelumnya tanpa memiliki surat keterangan pindah.
  • - Butir B.6: Yang dimaksud dengan kelas adalah jumlah rombongan belajar yang ada di masing-masing tingkat.
  • - Butir B.7
  • § Diisi dengan jumlah siswa tingkat VI, peserta ujian akhir sekolah dan lulusan.
  • § Kolom (4) jumlahnya harus sama atau lebih kecil dari kolom( 1)
  • § Kolom (5) jumlahnya harus sama atau lebih kecil dari kolom( 2)
  • § Kolom (7) jumlahnya harus sama atau lebih kecil dari kolom( 4)
  • § Kolom (8) jumlahnya harus sama atau lebih kecil dari kolom( 5)
  • - Butir B.8
  • § Kolom 2, 3, 4 diisi dengan nilai minimum, nilai rata-rata dan nilai maksimum ujian sekolah.

C. Kepala Sekolah, Guru, Pegawai Administrasi, Petugas Perpustakaan, dan Penjaga Sekolah
Catatan :
Satu guru hanya dicatat sekali, guru kelas yang juga mengajar Pendidikan Agama atau Penjaskes atau
Bahasa Inggris atau Mulok hanya dicatat sekali sebagai guru kelas saja
Guru Kelas Layanan Khusus dimasukkan sebagai Guru Kelas
  • Butir C.1 : Diisi dengan Jumlah Kepala Sekolah dan Guru menurut Jabatan sesuai dengan Jenis Kelamin dan Status Kepegawaian.
  • Butir C.2 : Diisi dengan Jumlah Kepala Sekolah, Guru, Tenaga Administrasi, Petugas Perpustakaan dan Penjaga Sekolah menurut ijasah tertinggi yang didapatkan sesuai dengan jenis kelamin.
  • Butir C.3 : Diisi dengan Jumlah Kepala Sekolah, Guru, Tenaga Administrasi, Petugas Perpustakaan, dan Penjaga Sekolah menurut Status Kepegawaian.
  • Butir C.4 : Diisi dengan Jumlah Kepala Sekolah, Guru, Tenaga Administrasi, Petugas Perpustakaan, dan Penjaga Sekolah menurut Kelompok Umur sesuai Jenis Kelamin dan Masa Kerja.

D. Keuangan Sekolah
  • Penerimaan dan pengeluaran sekolah yang dilaporkan adalah penerimaan dan pengeluaran sekolah pada tahun pelajaran
  • sebelumnya. Yang dimaksud saldo awal tahun adalah sisa dana di awal tahun yang berasal dari sisa dana tahun
  • sebelumnya. Sedangkan saldo akhir tahun adalah sisa dana di akhir tahun, yang akan menjadi saldo awal di tahun
  • berikutnya.
  • Jumlah penerimaan (termasuk saldo awal) harus sama dengan jumlah pengeluaran (termasuk saldo akhir).

E. Sarana/prasarana Pendidikan
- Butir E.1 : Diisi jumlah ruang menurut jenis ruangan, status kepemilikan, dan kondisi.
- Butir E.2 : Buku pegangan guru adalah buku milik sekolah yang digunakan guru untuk pedoman mengajar. Buku pegangan siswa adalah buku pelajaran pokok milik sekolah yang dicetak oleh pemerintah maupun swasta yang digunakan untuk siswa.
- Butir E.3 : Diisi jumlah buku bacaan dan buku sumber sesuai jumlah judul yang dimiliki dan jumlah “eksemplar” yang dimiliki.
- Butir E.4 : Contoh alat peraga : globe, peta, neraca. Contoh alat praktik : peralatan olahraga.
- Butir E.5 : Diisi jumlah mebel (meja, kursi, lemari, papan tulis, dan komputer) menurut kondisi dalam satuan “buah
- Butir E.6 : Diisi luas tanah yang ada di sekolah menurut status kepemilikan

F. Khusus Sekolah Inklusif
- Butir F1: Diisi dengan 1 jika sekolah ini menerima anak-anak yang berkebutuhan khusus dan 2 jika tidak menerima anak-anakyang berkebutuhan khusus sebagai siswa di sekolah tersebut. Yang dimaksud dengan anak berkebutuhan khusus adalah anak yang dalam proses pertumbuhannya/perkembangannya secara signifikan (bermakna) mengalami kelainan/perbedaan (fisik, mental-intelektual, sosial, ekonomi dan emosional) dibandingkan dengan anak-anak lain seusianya sehingga mereka memerlukan pelayanan pendidikan khusus.
- Butir F2: Jika di sekolah ini terdapat anak yang berkebutuhan khusus, beri tanda (P) pada jenis kebutuhan khusus yang sesuai, kemudian tuliskan jumlah siswa tersebut di kolom yang sesuai. Jenis kebutuhan khusus terdiri atas Tuna Netra (A), Tuna Rungu (B), Tuna Grahita Sedang (C), Tuna Grahita Ringan (C1), Tuna Daksa Sedang (D), Tuna Daksa Ringan (D1), Tuna Laras (E), Tuna Wicara (F), Tuna Ganda (G), Hiperaktif (H), Cerdas Istimewa (I), Bakat Istimewa (J), Kesulitan Belajar (K), Narkoba (N), Indigo (O), Down Syndrom (P), Autis (Q), Terpencil/Terbelakang,
Bencana Alam/Sosial, dan Tidak Mampu Ekonomi.

Untuk rangkuman kecamatan (RC)
  • Buka  file RC.exe
  • Aktifkan security macro pada options terus centang enable this content
  • klick gabung LI-SD/MI pilih file LI-SD/MI  
  • Save data

DOWNLOAD FILE LI-TK/RA, SD/MI, SMP DAN SMA

MAIL MERGE


 MAIL MERGER
Aplikasi Excel untuk SKHUN Sementara 2012


Aplikasi Excel untuk SKHUN
Saat ini banyak sekolah yang sedang membuat SKHUN sementara dengan Excel karena untuk blanko SKHUN belum diterima setiap sekolah untuk itu sekolah harus membuat Nilai SKHUN sementara karena banyak permintaan dari para siswanya.
Format Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional didalamnya terdiri dari:
  1. Nilai Rata-rata Raport
  2. Nilai Ujian Sekolah
  3. Nilai Sekolah
  4. Nilai Ujian Nasional
  5. Nilai Akhir
Untuk membuat SKHUN sekolah mau tidak mau harus membuat entri kelima nilai tersebut agar Format Nilai SKHUN sementara bisa dibuat. Nah, untuk mengatasi masalah tersebut diatas ilmu excel pada posting artikel kali ini akan membahas bagaimana cara membuat SKHUN sementara sebelum SKHUN asli dikeluarkan. Bagaimana caranya???

Langkah yang harus dilakukan oleh Staf TU maupun Bagian Kurikulum di sekolah adalah memasukan kelima nilai tersebut kedalam excel, namun musti hati-hati karena berdasarkan pengalaman ilmuexcel bahwa perhitungan dari software aplikasi pengolahan nilai sekolah dari Dinas ada sedikit perbedaan dalam pembulatan dengan perhitungan pembulatan di Ms. Excel.

Caranya membuatnya adalah
 
1. Buat format SKHUN sementara milsanya seperti berikut


2. Untuk memasukan nilai ujian silakan gunakan fungsi Mail Merger di Ms. Word anda bisa lihat caranya DISINI 
3. Buat entri nilai di Ms. Excel dengan format seperti gambar di bawah in




 


4. Simpan data nilai excel dengan nama file terserah sendiri.
5. Gabungkan nilai SKHUN dengan Master SKHUN pada word caranya sama menggunakan Mail Merger

Selesai, demikian cara membuat SKHUN sementara menggunakan excel dan fasilitas mail merger semoga artikel Aplikasi Excel untuk SKHUN sementara 2012 ini bermanfaat dan terus ikuti materi excel lainnya di ilmuexce.blogspot.com


Menghitung Jumlah Jenis Kelamin Pada Microsoft Office Excel



Menghitung Jumlah Jenis Kelamin Pada Microsoft Office Excel


Sebagai seorang guru atau seorang administrasi atau karyawan di sebuah lembaga pendidikan atau sekolah merupakan salah satu hal yang diwajibkan untuk mengetahui jumlah siswa yang terdaftar pada sekolah tersebut. Baik dari besar keseluruhan jumlah siswa, kemudian berapa banyaknya siswa yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.

 Meski bisa dilakukan dengan cara menghitung secara manual namun seandainya jumlah siswa hingga ratusan bahkan ribuan maka untuk menghitung jumlah siswa yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan cukup memakan waktu. Oleh karena itu Belajar Ilmu Komputer memberikan sedikit pengetahuan tentang menghitung jumlah siswa berdasarkan jenis kelamin.

 Gambar berikut ini adalah sebuah contoh penggunaan rumus untuk menghitung jumlah siswa berdasarkan jenis kelamin pada microsoft office exel, pada pada gambar ini saya menggunakan office 2007.

Dari gambar di atas mulai dari cel A2 sampai cel A11 adalah nama-nama dari para murid atau mahasiswa, sedangkan pada cel A1 sampai cel B1 adalah judul kolom tabel yaitu NAMA dan JENIS KELAMIN. Pada cel B2 - B11 adalah jenis kelamin siswa.

 Kemudian pada cel A13 bertuliskan Laki-laki dan disebelah kanannya cel B13 adalah jumlah keseluruhan siswa atau murid yang berjenis kelamin laki, begitu juga pada cel A14 dan cel B14 berisikan jumlah murid atau siswa perempuan.

 Perhatikan pada Formula Bar bertuliskan rumus sebagari berikut =COUNTIF(B2:B11,"L") yang artinya mengitung berapa banyak data yang ada pada cel B2 hingga cel B11 dengan label L. Nah itu tadi untuk menghitung jumlah laki-laki dengan label L. Untuk menghitung jumlah perempuan pada cel B14 hanya labelnya saja yang diubah sedangkan rumusnya sama sehingga rumus selengkapnya untuk menghitung perempuan menjadi =COUNTIF(B2:B11,"P")

FUNGSI TERBILANG PADA EXCEL


FUNGSI TERBILANG PADA EXCEL



Secara default excel (baik generasi excel 2000, 2003, 2007 maupun 2010) tidak memiliki perintah terbilang. Perintah terbilang yang dimaksud disini adalah perintah atau formula untuk mengubah dari angka menjadi kata. Misalkan kita ingin mengubah angka 1,000 menjadi kata seribu, atau seribu rupiah. Kalau hanya sesekali mungkin tidak masalah kita ketik secara manual, bagaimana kalau harus berulang kali mengetikkannya, tentu merepotkan.
Untuk mempermudahnya, anda dapat menggunakan add-in yang ditambahkan sendiri. Download dulu add-in disini. Kemudian install add-in tersebut. Sebelum install add-in, matikan dulu security macronya, supaya add-in ini bisa jalan.
Untuk Microsoft Office Excel 2000/2003 :
  1. Buka Excel anda.
  2. Masuk ke Tools >> Macro >> Security
  3. Pilih Low kemudian OK
  4. Masuk ke Tools >> Add-ins >> Browse
  5. Arahkan ke file terbilang.xla yang sudah anda download sebelumnya
  6. Jangan lupa aktifkan (centang) Kwitansi pada daftar add-in
  7. Klik OK dan siap digunakan

Untuk Microsoft Office Excel 2007/2010 :
  1. Buka Excel Anda
  2. Klik Office Button (tombol yang bulat di pojok kiri atas ) pilih Excel Options
  3. Pilih Trust Centre >> Trust Centre Settings >> Macro Settings
  4. Pada Macro settings pilih Enable All Macro kemudian klik OK
  5. Masuk ke Menu Add-Ins (Di atas macro seting)
  6. Klik Go
  7. Browse dan arahkan ke file terbilang.xla yang sudah anda download sebelumnya.
  8. Jangan lupa aktifkan (centang) kwitansi pada daftar add-in
  9. Klik OK dan siap digunakan.

Contoh penggunaannya :

Pada cell A1 ketikkan 1000
Untuk menghasilkan terbilang di  cell  A2, ketik rumus
=terbilang(A1)
akan menghasilkan kata seribu
=terbilang(A1)&" rupiah"
akan menghasikan kata seribu rupiah
=proper(terbilang(A1)&" rupiah")
akan menghasilkan kata Seribu Rupiah
=upper(terbilang(A1)&" rupiah")
akan menghasilkan kata SERIBU RUPIAH
catatan :
Fungsi & digunakan untuk menggabungkan isi cell dengan formula atau dengan cell lain
Fungsi proper dilakukan untuk mengubah format kalimat menjadi huruf kapital tiap awal kata
Fungsi upper digunakan untuk mengubah format kalimat menjadi huruf kapital semua

Tambahan :
Berhubung banyak yang nanya gimana cara ngasih huruf besar di awal kaliman terbilang, n berhubung saya ga bisa VB :D,
coba pakai rumus berikut :
Asumsi cell A1 berisi angka 999,999,999,999, ketik rumus :
=UPPER(MID(terbilang(A1),2,1))&MID(terbilang(A1),3,1000)&" rupiah"
Hasilnya :
Sembilan ratus sembilan puluh sembilan milyar sembilan ratus sembilan puluh sembilan juta sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan rupiah
 (beuh duid siapa segitu banyaknya ya )



( NILAI RAPORT/IJAZAH )
Dalam pembuatan dokumen yang banyak berhubungan dengan perhitungan nilai , kita sering menggunakan aplikasi buatan microsoft yaitu Microsoft Excel 2007. Mungkin suatu waktu kita menginginkan cara untuk mengkonversi bilangan ke huruf ( terbilang ).
Contoh : 35.55 di konversi menjadi : Tiga puluh lima koma lima lima
Untuk memperoleh hasil seperti kasus diatas , saya menemukan Add-ins Microsft Excel 2007  ( CK-Terbilang ) dari sebuah blog http://ruhyat-blog.blogspot.com yang ( terimakasih bro !! ). Add-ins tersebut menghasilkan sebuah fungsi ( formula ) baru di excel 2007.
Jadi kalo kita punya sebuah bilangan pada sel A1 dengan nilai 35.55 dan kita pada sel B1 menginginkan konversi dari bilangan tesebut ke dalam huruf maka pada sel B1 itu kita ketikan fungsi / rumus / formula sebagai berikut B1=terbilang(A1) dan akan keluar hasil sebagaimana di tulis di atas , Tiga puluh lima koma lima.lima

Untuk mempermudahnya, anda dapat menggunakan add-in yang ditambahkan sendiri. Download dulu add-in disini. Kemudian install add-in tersebut. Sebelum install add-in, matikan dulu security macronya, supaya add-in ini bisa jalan.
Untuk Microsoft Office Excel 2000/2003 :
  1. Buka Excel anda.
  2. Masuk ke Tools >> Macro >> Security
  3. Pilih Low kemudian OK
  4. Masuk ke Tools >> Add-ins >> Browse
  5. Arahkan ke file terbilang.xla yang sudah anda download sebelumnya
  6. Jangan lupa aktifkan (centang) Nilai raport pada daftar add-in
  7. Klik OK dan siap digunakan

Untuk Microsoft Office Excel 2007/2010 :
  1. Buka Excel Anda
  2. Klik Office Button (tombol yang bulat di pojok kiri atas ) pilih Excel Options
  3. Pilih Trust Centre >> Trust Centre Settings >> Macro Settings
  4. Pada Macro settings pilih Enable All Macro kemudian klik OK
  5. Masuk ke Menu Add-Ins (Di atas macro seting)
  6. Klik Go
  7. Browse dan arahkan ke file terbilang.xla yang sudah anda download sebelumnya.
  8. Jangan lupa aktifkan (centang) Nilai raport pada daftar add-in
  9. Klik OK dan siap digunakan.
Keterangan :
Apabila sudah instal add in kwitansi dan Nilai rapot harus memilih salah satu yang akan di gunakan 

UKG Online 2012



ukg.kemdikbud.go.id Uji Kompetensi Guru 2012 UKG Online
Uji Kompetensi Guru (UKG) 2012 Online di ukg.kemdikbud.go.id  – Inilah alamat website resmi untuk pendaftaran uji kompetensi guru secara online bagi Anda yang membutuhkan informasi mengenai UKG 2012 terbaru.
Seperti kita ketahui bersama bahwa uji kompetensi guru (UKG) merupakan upaya dalam pemetaan kompetensi, pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) dan sebagai entry point penilaian kinerja guru (PKG).
Dengan kata lain, UKG bukanlah merupakan suatu resertifikasi atau uji kompetensi ulang maupun untuk memutus tunjangan profesi.
Uji Kompetensi Guru UKG 2012 ukg.kemdikbud.go.id
Adapun pelaksanaan UKG 2012 akan dimulai pada tanggal 30 Juli 2012, dimana diawali dari tingkat SMP, lalu SD, dan diakhiri oleh UKG tingkat SMA atau SMK.
Di alamat website UKG online, ukg.kemdikbud.go.id tersebut Anda akan menemukan berbagai update informasi terkini mengenai segala hal tentang uji kompetensi guru, termasuk pendaftaran UKG, buku petunjuk pedoman pelaksanaan, kisi-kisi soal ujian UKG 2012, dan berbagai info pelaksanaan UKG ini.
Demikianlah informasi mengenai UJI KOMPETENSI GURU 2012 yang dapat lebah ndut sampaikan kepada Anda. Semoga saja update ini bermanfaat bagi Anda yang hendak mengikuti UKG tahun 2012 ini. Sementara itu, untuk informasi selengkapnya langsung saja Anda menuju langsung ke website resmi UKG di http://ukg.kemdikbud.go.id

Bagi yang ingin latihan mengoperasikan aplikasinya kami sediakan Aplikasi Latihan UKG Online Para Guru Sertifikasi Dari UKG Online khusus sekolah dasar


Madep Manteb




TUJUAN PENDIDIKAN, VISI, MISI DAN TUJUAN SEKOLAH


TUJUAN PENDIDIKAN, VISI, MISI DAN TUJUAN SEKOLAH

  1. Tujuan Pendidikan
Tujuan Pendidikan Nasional adalah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang : beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Tujuan Pendidikan Dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

  1. Visi
Sekolah dengan lingkungan belajar yang mampu mengembangkan seluruh potensi peserta didik secara maksimal yang dijiwai oleh nilai-nilai budaya dan karakter bangsa.

  1. Misi
·         Mengembangkan sikap dan perilaku religius di lingkungan dalam dan luar sekolah.
·         Mengembangkan budaya gemar membaca, rasa ingin tahu, bertoleransi, bekerja sama, saling menghargai, disiplin, jujur, kerja keras, kreatif dan mandiri.
·         Menciptakan lingkungan sekolah yang aman, rapi, bersih dan nyaman.
·         Menciptakan suasana pembelajaran yang menantang, menyenangkan, komunikatif, tanpa takut salah, dan demokratis.
·         Mengupayakan pemanfaatan waktu belajar, sumber daya fisik, dan manusia agar memberikan hasil yang terbaik bagi perkembangan peserta didik.
·         Menanamkan kepedulian sosial dan lingkungan, cinta damai, cinta tanah air, semangat kebangsaan, dan hidup demokratis.

  1. Tujuan Sekolah
Mengacu pada VISI dan MISI sekolah, serta tujuan umum pendidikan dasar, tujuan sekolah dalam mengembangkan pedidikan ini adalah sebagai berikut ini.

a.    Semua kelas melaksanakan pendekatan  ”pembelajaran aktif” pada semua  mata pembelajaran.
b.    Mengembangkan berbagai kegiatan dalam proses belajar di kelas berbasis pendidikan budaya dan karakter bangsa.
c.    Mengembangkan budaya sekolah yang kondusif untuk mencapai tujuan pendidikan dasar.
d.    Menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial yang menjadi bagian dari pendidikan budaya dan karakter bangsa.
e.    Menjalin kerja sama lembaga pendidikan dengan memublikasikan program sekolah.
f.     Memanfaatkan dan memelihara fasilitas untuk sebesar-besarnya dalam proses pembelajaran.